Saturday, August 24, 2019

Mimpi, Dulu

Dulu kumbang merindukan bunga
Rintik hujan jadi saksinya

Dulu asap merindukan motor
Suara bising yang sering meneror

Dulu burung gereja tak punya kawan
Naungan cemara jadi tumpuan

Dulu ceria suka dirasa bahagia menghias gemerlap malam
Tawa riang riuh ringkih bocah dalam temaram

Engkau masih berkebun, sedang aku telah membangun tangga

Lalu, aku lenyap dalam pelangimu. Dimana warna-warna itu menghiasi seluruh tubuhku.

Jombang, 2019
Ini Alam

ini alam. hanya pohon yang temui
batu kali di muara sungai sana sini
jangankan manusia, kenangan pun belum tertanam.

langit masih tinggi
debu belum beterbangan
air masih tenang tiada beriak
dan malam terlampau sunyi

tapi itu dulu
kala siang masih terang
berubahlah gersang
tak ada angin tak ada hujan
badai mimpi menyerang

itu ego kian marak datang
bawa petaka seluas daratan
semua lalu hilang
ditelan bumi lenyap ke atas awan

kita pun harus penuh terima
apa yang semua ada
tlah tertulis tulis di bentang baka
jadi sayangi selagi masih dapat dirasa

ingatlah menanam
tumbuhlah perkasa
jadilah manusia.

Jombang, 2019
Pelupa

aku tahu engkau tanah
kami tahu kalian darah
yang menghasilkan benih benih
yang menuai cinta kasih

kadang kala engkau lupa
lupa ingat, lupa hati, lupa rasa
ingat ingat ingat
nafsu nafsu berahi
tujuan hidup hanya senang diri

dan engkau seperti hewan berbulu
juga taring dan kuku
sana sini grasak grusuk tuli abdimu
hanya emas.

engkau adalah kita
kita bukanlah kami
tapi alam milik semua
itu jua yang bukan milikmu.

Jombang, 2019